Hello broo! kali ini saya akan mengshare kepada kalian Tutorial Install Kali Linux 2018.1 dualboot dengan Windows 10.
Sebenarnya apa itu Kali Linux?
Kali Linux adalah penerus distro BackTrack. Sama seperti BackTrack, distro ini dilengkapi dengan berbagai tools Linux untuk melakukan penetration dan testing sebuah sistem keamanan komputer Perbedaan Kali Linux dengan BackTrack.
Apa kelebihan dari dualboot ?
salah satu kelebihan dari kelebihan dualboot adalah :
Ketika salah satu os terkena masalah maka os yang ke dua dapat memperbaiki masalah tersebut.
contoh: Ketika OS Windows terkena virus, maka OS yang ke dua yaitu Linux, dapat membersihkan serta membackup data data yang terkena virus tadi, karena virus Windows tidak dapat berjalan di linux.
Bahan-bahan yang di perlukan untuk menginstall Kali Linux:
pertama anda harus download kali linux 2018.1 disini
download aplikasi Win32DiskImager disini
Download kedua bahan tersebut, dan install Win32DiskImager.
1. Langkah pertama membuat partisi baru caranya:
- Masuk ke disk managemen caranya menggunakan keyboard sourcut windows + r dan masukkan perintah ” diskmgmt.msc ”
- Kemudian pilih hardisk yang akan di partisi, disini saya akan mempartisi local disk C
![]() |
| klik kanan dan pilih shrink volume |
- kemudian isi besar partisi yang akan digunakan untuk instal kali linux
![]() | ||
| Lalu klik Shrink |
- jika sudah akan terlihat partisi baru dengan label unalocated
2. Langkah kedua membuat USB bootable: ("sebelum membuat usb bootable sebaiknya format dulu flashdisknya")
- Buka aplikasi Win32DiskImager
- lalu klik ikon yang seperti file explore
![]() |
| Klik icon file exploler |
- Lalu cari file iso kali linux setelah itu klik write
![]() |
| Jika tidak terdetek osnya pilih yang "." |
- tunggu sampai proses writenya selesai setelah itu klik exit.
3. Restart laptop anda lalu tekan f12 berulang-ulang sampai ada bunyi beep lalu pilih USB HDD
![]() |
| pilih flashdisk anda |
setelah itu akan ada tampilan seperti di bawah ini lalu pilih "Advanced options.."
![]() |
| pilih advance options |
lalu pilih "Install in graphical mode"
![]() |
| install in graphical mode |
Pilih bahasa, di kali linux tidak ada bahasa indonesia jadi saya sarankan menggunakan English, klik continue
![]() |
| Pilih English |
Pilih negara, lalu klik continue
![]() |
| Pilih United States |
Pilih setelan keyboard, ketika memilih keyboard saya menyarankan pilih American English klik continue
![]() |
| Pilih America English |
jika ada pemberitahuan seperti di foto pilih no, klik continue
![]() |
| Pilih no |
configure the network pilih eth0
![]() |
| Pilih eth0 |
jika network autoconfiguration failed klik continue
![]() |
| continue |
lalu pilih "do not configure the network at this time
![]() |
| pilih do not configure the network at this time |
masukan hostname contoh "kali"
![]() |
| Masukan Hostname bebas |
masukan root password, root password digunakan untuk login ke kali linux dan jangan sampai lupa passwordnya
![]() |
| Masukan password |
Di tahap ini ada beberapa pilihan kalian bisa memilih yang manual jika ingin mengatur besarnya partisi yang ingin digunakan, klik continue
![]() |
| Pilih manual |
Di tahap ini kalian harus berhati-hati dalam membuat partisi,
1. Pertama kita membuat partisi bootloader
- klik Free Space
![]() |
| klik partisi yang kosong |
- lalu klik create a new partition
- klik beginning
- lalu pilih size 200mb atau lebih untuk bootloader
- pilih mount point: / dan ubah menjadi mount point: /boot
- pilih done setting up the partition
- klik free space
- klik create a new partition
- klik beginning
- lalu pilih size minimal 20 gb
![]() |
| size sesuai kebutuhan anda |
- mount point tidak usah dirubah tetap /
- pilih done setting up the partition
3. sekarang kita akan membuat penyimpanan home tempat menyimpan foto, lagu, video seperti local disk D kalau di windows
- klik free space
- klik create a new partition
- klik beginning
- lalu pilih sizenya karena free spacenya tinggal 31 gb saya pilih sizenya 29 gb karena 2gb lagi untuk swap
![]() |
| size sesuai kebutuhan anda |
- klik mount point: / dan ubah menjadi mount point: /home
- pilih done setting up the partition
4. selanjutnya membuat partisi untuk swap memori, swap merupakan sebuah ruang pada hardisk yang dijadikan ruang virtual memory. Partisi swap ini bekerja sebagai cadangan apabila ram yang kita gunakan penuh. Untuk ukuran swap biasanya 2x memory kalian, misalnya kalian punya ram 2gb jadi ukuran swapnya 4gb.
- klik free space
- klik create a new partition
- klik beginning
- pilih sizenya 8gb
- klik uses as : Ext4 ...... dan ubah menjadi swap area
![]() |
| pilih swap area |
- pilih done setting up the partition
![]() |
| pilih yang dibawah finish partition and write ... |
pilih yes, klik continue dan tunggu hingga proses instalasi selesai
![]() |
| pilih yes |
jika ada configure the package..... pilih no, klick continue
![]() |
| pilih no |
jika sudah selesai menginstal klik continue maka pc/laptop akan merestart
![]() |
| pilih continue |
sesudah merestart maka ada pilihan grub ada kali ,advanced option for kali, windows boot manager dan system set up. jika ingin ke os kali linux pilih yang no 1 jika ingin ke os windows pilih no 3.
![]() |
| pilih yang pertama lalu enter |
sesudah masuk ke os kali linux masukan usernamenya root jika kalian tidak memasukan usernamenya root maka pada saat memasukan password akan terjadi eror atau pemberitahuan
![]() |
| masukan username root |
da masukan passwordnya
![]() |
| masukan password |
taraa kalian sudah berhasil melakukan instal os kali linux
![]() |
| tampilan depan kali linux |
Sekian tutor Install Kali Linux 2018.1 dualboot dengan Windows 10 mohon maaf bila ada kesalahan dalam tutorial tersebut semoga bermanfaat bagi kita semua.






























Itu kalo ram nya 2gb, utk swap memorynya berapa ?
ReplyDelete4gb, untuk ukuran swap 2x ukuran ram agan :D
Deletekalau ram 8gb swap 16gb gan?
DeleteTerimakasih atas ilmunya,sangat bermanfaat .
ReplyDeleteSama-sama
DeleteMakasih banyak
ReplyDeleteSama-sama, terimakasih sudah berkunjung ke web saya :D
DeleteJujur ini kurang lengkap, seperti bagian install GRUBnya belum di jelaskan, tapi bisa untungnya
ReplyDeleteTerimakasih atas masukannya, insyaa Allah kedepannya akan lengkap
DeleteBang kok gua sdh selesai instalasi dan di minta restart kok balik lagi ke win 10 tolong bantuan nya bang
ReplyDeleteCoba masuk ke bios agan, ditab boot set kali linux jadi paling atas.
DeleteAgan ane sdh coba instal sesuai langkah2x diatas trus ane coba masuk windows,wondows BOOT MGR Is corupt ane perbaik windosx tpi kok kali linux hilang?
ReplyDeletegrubnya ketiban
Deleteitu hardisk gpt apa mbr bang?
ReplyDeleteGPT
DeleteKetika masuk username dan password, padahal password SDH benar huruf besar dan kecilnya sudah benar jg.ada pencerahan
ReplyDeleteCoba masukin sekali lagi username : root
Deletepas masukin password cek capslock nyala atau engga.
Bang mohon pencerahannya..
ReplyDeleteKnapa pas power off lampu indikatornya terus menyala..sekian
suhu mau tanya hardisk yg dipake di tutorial jenis GPT/MBR ya?
ReplyDeletetrus apakah ada perbedaan cara instalasi diantara kedua nya?
sudah jelas GPT,, karena klo MBR tidak mungkin bisa untuk membuat partisi (primary) sebanyak itu,,sedangkan MBR maksimal hanya 4 partisi,
Deleteoh iya dan buat yg sudah berhasil install tpi ga ada menu pilihan di grub nya,, bisa masuk ke os win 10 dulu melalui advanced start up,, lalu kalian pilih hdd,, nantinsecara otomatis lngsung masuk ke kali,, dan di saat kalian restart/shut down kali ketika hidup akan kembali secara fefault ke win 10nya,, jadi stiap kali mau masuk ke kali linux musti lewat advanced start up
thanks gan, Jadi gk takut kehilangan data lagi.
ReplyDeletegan partisi saya kok unusable bukan free space, mohon pencerahannya
ReplyDeletemakasih tutorialnya om.. sangat membantu
ReplyDeletegan,mau tanya,saya sudah berhasil tetapi waktu saya buka kali linux nya tiba tiba laptop saya mati.mungkin ada yg punya solusi?
ReplyDeletebang itu membagi partisinya di hardisk komputer kita ?
ReplyDelete